REKONSTRUKSI PEMAHAMAN INJIL DALAM PERSPEKTIF JALAN TUHAN Kristus, Kerajaan Allah, Keselamatan Manusia, dan Kehidupan Berjalan Bersama Allah

REKONSTRUKSI PEMAHAMAN INJIL DALAM PERSPEKTIF JALAN TUHAN Kristus, Kerajaan Allah, Keselamatan Manusia, dan Kehidupan Berjalan Bersama Allah

Penulis : Adi Bambang Wiwoho
Jenjang : Umum
Tahun : 2026
Ukuran : 15,5 X 23 cm
Hal : 271
ISBN : 978-634-97398-2-5
ISBN : 978-634-97398-3-2 (PDF)
Penerbit : Yayasan Kehidupan Hodos Kurios
Sinopsis :

Buku ini berangkat dari ketidakmengertian terhadap Injil yang sering dipahami secara terbatas, terutama ketika Injil hanya ditempatkan sebagai berita tentang pengampunan dosa dan keselamatan pribadi. Keselamatan memang penting, tetapi Injil tidak berhenti ketika manusia menerima pengampunan. Injil memperlihatkan pekerjaan Allah melalui Kristus yang membawa manusia dari keadaan yang jatuh menuju hubungan yang semakin dalam dengan Allah. Karena itu, tulisan ini mengajak pembaca melihat Injil sebagai satu perjalanan yang berpusat pada Kristus, bergerak melalui keselamatan, membentuk kehidupan bersama, dan mengarahkan manusia kepada kehidupan yang berjalan bersama Allah. Pembacaan dimulai dari Kristus sebagai pusat Injil. Allah datang kepada manusia melalui Kristus. Kedatangan-Nya menyatakan Allah bersama manusia dan menghadirkan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan sekadar gagasan, melainkan pemerintahan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran Kristus. Di mana Kristus hadir, kuasa Allah dinyatakan dan kehidupan manusia disentuh oleh pekerjaan Allah. Karena itu, Kristus tidak dapat dipisahkan dari pemberitaan Kerajaan Allah. Mengenal Injil berarti melihat Kristus sebagai Pribadi yang datang, menyatakan Allah, dan menjadi pusat dari seluruh maksud Allah bagi manusia. Tulisan ini kemudian memperlihatkan keadaan manusia yang membutuhkan Kristus. Dosa, kelemahan, penyakit, kematian, kuasa kegelapan, kelaparan, kehausan, dan berbagai kebutuhan manusia memperlihatkan bahwa manusia tidak mampu menyelesaikan keadaannya dengan kekuatannya sendiri. Kristus menjadi jawaban Allah bagi kebutuhan tersebut. Ia adalah terang, kekuatan, keselamatan, makanan, air, dan kehidupan bagi manusia. Dengan demikian, Injil bukan sekadar pemberian sesuatu kepada manusia, melainkan pemberian Kristus sendiri. Manusia diarahkan untuk menerima Dia sebagai jawaban Allah atas seluruh kebutuhannya. Kematian Kristus berkaitan dengan penebusan, sedangkan kebangkitan-Nya berkaitan dengan pemberian diri-Nya kepada manusia. Darah berhubungan dengan penebusan dan pembersihan, sementara air menggambarkan pemberian kehidupan. Melalui kebangkitan, Kristus memberikan diri-Nya kepada manusia sehingga apa yang berasal dari-Nya dapat diterima dan dinyatakan dalam kehidupan. Gambaran satu biji yang menghasilkan banyak biji memperlihatkan pertambahan Kristus dalam banyak orang. Mereka tidak berhenti sebagai pribadi-pribadi yang menerima keselamatan, tetapi dibentuk menjadi satu Tubuh. Di sinilah gereja memperoleh tempat dalam maksud Allah. Selanjutnya, manusia dibawa kepada Allah. Allah datang kepada manusia melalui Kristus, kemudian manusia dibawa kepada Allah melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Di dalam Kristus, hubungan Allah dan manusia menjadi nyata. Orang yang menerima Kristus tidak lagi diarahkan untuk hidup berpusat pada dirinya sendiri. Kehidupannya diarahkan kepada Allah dan dinyatakan dalam kehidupan bersama sebagai satu Tubuh. Gereja menjadi tempat Kristus dinyatakan melalui banyak orang. Kesatuan Tubuh bukan sekadar kesepakatan lahiriah, tetapi kehidupan bersama yang berpusat pada Kristus dan menjadi kesaksian kepada dunia. Pada bagian akhir, tulisan ini menegaskan Jalan Tuhan sebagai arah kehidupan yang berpusat pada Kristus. Jalan Tuhan bukan sistem, metode, aturan, organisasi, atau hasil pemikiran manusia. Jalan Tuhan adalah Kristus sendiri. Karena itu, menerima Injil berarti menerima Kristus, dan menerima Kristus berarti mengikuti Dia dalam kehidupan nyata. Injil yang diterima harus menjadi Injil yang dijalani. Kehidupan orang percaya diarahkan kepada Allah, dinyatakan dalam kehidupan bersama, dan menjadi kesaksian tentang Kristus. Dengan demikian, perjalanan Injil tidak berhenti pada keselamatan, tetapi membawa manusia kepada kehidupan yang berjalan bersama Allah. Di situlah seluruh perjalanan menemukan arahnya: Kristus menjadi pusat, Allah menjadi tujuan, gereja menjadi kesaksian, dan manusia belajar mengikuti Jalan Tuhan dengan setia dalam kehidupan bersama Allah secara terus-menerus. .

Rp 150.000,-

PEMESANAN BUKU

Cara Pemesanan

Anda dapat juga memesan secara langsung dengan mengirim data pemesanan ke:

Add Your Heading Text Here

Scroll to Top