1 Petrus 1

Table of Contents

Oleh : Saudari R

Dalam pasal 1 ini menjelaskan Kristus adalah Porsi kita/bagian pemercaya Tuhan. Karena di dalam kekekalan Allah telah memilih kita, dan pilihan Allah ini tidak mungkin gagal, hal ini sesuai dengan perkataan Kita Suci “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia di jadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (Ef.1:4) .
Pemilihan ini adalah kedaulatan Allah atas diri kita. Pemilihan Allah atas kita menjadikan kita berbagian dalam kemuliaan-Nya. Ketika kita dipilih, maka Allah memberikan kita kemuliaan-Nya yang kekal yaitu berbagian dengan Kristus .Bagai mana kita mengetahui kalau kita berbagian dengan Kristus dalam kemuliaanNya yang kekal? Ketika kita diperanakkan oleh Allah maka pada saat itulah kita sudah menjadi bagian dari Kristus dan kemuliaanNya.
Untuk berbagian dalam Kristus atau Kristus yang menjadi porsi kita ada hal-hal yang harus kita mengerti yaitu:
-Kita adalah orang asing di dunia ini, orang-orang pendatang di dunia ini, maka kita tidak boleh berbagian dengan dunia ini, karena jika kita berbagian dengan dunia ini maka seumur hidup kita hanya bagi dunia. Namun, puji Tuhan karena kewarganegaraan kita berasal dari kerajaan Allah, maka kita pun akan giat melakukan perkara-perkara yang kekal.
Selama kita berada dalam dunia yang sementara ini, maka kita perlu diuji oleh Allah untuk membuktikan atau menampakkan kadar Kristus, kualitas Kristus yang ada di dalam diri kita. Meskipun demikian, kita tidak perlu takut menghadapi ujian tersebut , karena Allah pasti menopang kita, Dia pasti memampukan kita untuk melewati ujian iman kita, dan ketika ujian itu berhasil kita jalani maka jiwa kita pun selamat, ketika jiwa kita selamat, maka kemuliaan pun kita dapatkan, sekali pun dalam pencicipan. Dan, kelak kita akan beroleh Keselamatan penuh dan membuat musuh Allah di permalukan.

Ketika kita mendapatkan Kristus ada 3 hubungan yang harus kita jaga:

1. Hubungan dengan Bapa
Hubungan dengan Bapa, kita yang bagiannya adalah Kristus pasti berkenan kepada Bapa karena kita mendengarkan perkataan Kristus.ini di gambarkan dalam 1 Korintus 10 &11.
1 korintus 10 : berbicara tentang Cawan dan Roti
1 korintus 11: berbicara tentang Roti dan Cawan
Cawan dan Roti berbicara tentang Meja Tuhan. Cawan menggambarkan persekutuan penerimaan. Ketika kita menerima cawan berarti kita menerima pengampunan melalui pencurahan darah Kristus sekali untuk selamanya. Ketika darah Kristus sudah ada pada kita baru bisa kita masuk kepada Roti. Roti menggambarkan tubuh mistik atau tubuh rohani Tuhan yaitu Gereja. Ketika kita terima Tuhan Yesus kita menerima pengampunan. Ada cawan ada penumpahan darah, maka cawan yang disebut pertama kali bukan Roti dan Cawan. Ini hubungannya dengan meja Tuhan, sekali untuk selamanya. Ketika kita menerima Tuhan Yesus, kita dimasukkan ke dalam tubuh yang berarti kita menerima cawan dan roti. Kita menerima persekutuan dan di masukkan ke dalam Gereja (bukan denominasi). Di sini meja Tuhan sedang dibandingkan dengan meja setan. Meja setan itu adalah; denominasi, meja yudaisme, meja penyembahan berhala. Maka, kita tidak boleh ada di luar meja Tuhan, karena kita tidak akan berbagian dengan Tuhan.

2. Hubungan kita dengan Kristus
Kristus yang sudah ada pada kita, harus dihidupi melalui pergerakanNya di dalam diri kita. Kehidupan kita sehari-hari harus sesuai dengan Kristus yang ada dalam kita. Benih yakni hukum, hidup dan sifat-Nya yang ada pada kita haruslah bertumbuh supaya kadar Kristus semakin limpah pada kita. Allah tidak memandang kita sama sekali, yang di pandang oleh Allah hanya Kristus, maka kita harus hidup seperti Kristus jika mau di pandang Allah. Bagai mana caranya? Tinggal di dalam Jalan, hidup di dalam Jalan, berjalanlah di dalam Jalan (jangan keluar dari Jalan) dan taat tunduklah pada Kristus, di pimpin oleh Roh Kudus yang menggerakkan intuisi di dalam kita, jangan mengerjakan pekerjaan di luar Kristus. Ketika hidup kita memanifestasikan Kristus, maka Allah memandang kita.

3. Hubungan dengan saudara-saudari.
Ketika kita mempunyai hubungan yang benar dengan Kristus melalui ketundukan kita pada-Nya, bisa melewati pengujian-pengujian yang di berikan Allah pada kita ,maka kita pun tidak akan bermasalah dengan saudara-saudari kita, di sana tidak akan ada tipu muslihat, segala macam kemunafikan, kedengkian, perselisihan, fitnah, maka banyak hal yang bisa kita hindari dalam hubungan kita dengan saudara-saudari. Karena diri kita sendiri sudah mampu melewati semuanya bersama dengan Tuhan, maka dengan saudara-saudari pun tidak bermasalah. Kita bermasalah dengan saudara-saudari, jika kita belum terolah di hadapan Tuhan, maka pandanglah Tuhan maka masalah menjadi ringan, karena Kristus di dalam beroperasi mengolah diri kita setiap hari.

Scroll to Top