Table of Contents

Oleh : Saudari Y
Shalom saudara/saudariku,
Puji Tuhan minggu ini kita masuk kedalam Yakobus pasal yang pertama. Di sini, kita menemukan, bahwa penulis dari pada surat Yakobus berbicara tentang ketaatan, kerendahan hati dan kebanggaan. Surat Yakobus di tujukan kepada para pemercaya Tuhan yaitu orang-orang yang sudah diperanakkan oleh Allah. Dari kitab Yakobus, kita diminta untuk meminta hikmat kepada Allah sewaktu kita berada dalam kehidupan kasih persaudaraan.
Hikmat adalah pengetahuan yang benar tentang Kristus. Kunci saat terjadi pergesekan antara saudara/ri itu adalah hikmat (pengetahuan yang benar tentang kristus). Jadi saudara/riku ketika kita berhadapan dengan saudara/ri kita meminta hikmat kepada Allah dan melakukannya dengan baik seturut dengan hikmat Allah, bukan dunia. Dari kitab Yohanes kita juga menemukan adanya ujian dan cobaan. Ujian berasal dari pada Allah, maka Ujian yang Allah berikan kepada kita sesuai dengan kapasitas kita dan kemampuan kita. Sedangkan, pencobaan itu berasal dari musuh Allah, di dalam pencobaan pasti ada yang namanya godaan, pencobaan itu muncul karena keinginan daging kita yang sangat kuat, pencobaan akan selalu datang kepada kita karena ada kepentingan.
Sedangkan, di dalam ayat 19 – 20, kita harus mau punya sifat mau mendengar (mencernanya dengan cepat) dan menguasainya dengan baik. Kita harus tahu kapan kita bersikap cepat dan bersikap lambat, tetapi yang di bicarakan itu bukan cepat/lambatnya melainkan ketepatannya. Kita ini juga menjelaskan, bahwa pemercaya Tuhan harus punya Roh yang mau di ajar. Jika kita tidak mau di ajar kita punya sifat buruk, kita perlu membuang sifat buruk kita, kita harus mau di ajar oleh Kristus, dan kita perlu belajar firman Tuhan. Firman Tuhan Terlihat pahit dan kejam, maka kita harus menerima dengan lemah lembut jangan membuat perlawanan.
Terimakasih saudara/saudariku itu saja yang bisa saya sampaikan terpujilah Tuhan
Amin..

Oleh : Saudara R
Shalom saudaraku/saudariku,
Dalam pengajaran, Yakobus pasal pertama berbicara tentang hikmat Allah. Pertama sekali yang kita minta pada waktu ditaruh dalam kasih persaudaraan adalah Hikmat Allah. Hikmat Allah adalah pengetahuan yang berasal dari Allah itu sendiri. Ketika kita bersinggungan dengan saudara-saudari, hikmat Allah menjadi pembatas supaya kita tidak menyimpang. Menyimpang berati keluar dari tujuan yaitu membawa saudara-saudari berjalan bersama dengan Kristus. Jika kita tidak punya hikmat Allah maka akan muncul penyalahpahaman saudara-saudari. Karena bersandar kepada hikmat sendiri sehingga menganggap diri yang benar, orang lain salah.
Pasal pertama ini juga menyatakan bahwa Allah menguji kita. Ujian dan Cobaan adalah dua hal yang berbeda. Ujian berasal dari Allah sedangkan cobaan berasal dari musuh Allah, sebab Allah tidak mencobai manusia. Hasil dari pengujian adalah sempurna dan utuh dengan tidak kekurangan suatu apapun. Tetapi hasil dari pencobaan adalah dosa. Sebab musuh Allah mencobai kita dengan memberikan apa keinginan kita dan keinginan manusia melahirkan dosa.
Setiap hari kita diuji oleh Allah sebab setiap hari pula kita ditempatkan pada kasih persaudaraan. Dan Allah pun menguji kita sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Allah tidak menguji diluar kemampuan kita. Dan Allah pun menguji kita karena Allah tahu bahwa sesungguhnya kita bisa melewati pengujian itu, tinggal kita mau melewati pengujian atau tidak. Dan yang kita butuhkan dalam pengujian adalah hikmat Allah. Pengujian setiap hari ini menyadarkan kita bahwa setiap hari pula kita butuh hikmat Allah.Hikmat Allah bukan tentang cara menghadapi sesuatu, sebab cara menghadapi itu adalah kebijaksanaan, tetapi hikmat itu adalah isi dari kebijaksanaan. Sehingga kebijaksanaan ini pun berasal dari Allah. Bukan hasil dari hikmat duniawi maupun hikmat diri sendiri tetapi berasal dari hikmat Allah.
Yakobus memberi tahu kita bahwa jika kita kekurangan hikmat, kita harus memintanya dari Allah dengan iman. Kita diminta untuk membuang segala kotoran dan kejahatan. Jika kita mempertahankan konsep usang kita, kita akan selalu tertuju kepada konsep usang yang kita pertahankan. Kita harus membuang ide konsep usang kita yaitu hikmat manusia dan hikmat dunia. Dengan demikian kita pun akan tertuju kepada firman yang tertanam dalam hati kita yaitu pengajaran bapa rohani kita yang tertanam dalam hati kita. Dan kita pun mengetahui bahwa hikmat Allah tidak akan bertentangan dengan pengajaran hamba setia dan bijaksana-Nya, tetapi justru hikmat Allah pada diri kita masing masing sesuai dengan pengajaran bapak rohani kita yang kita terima sesuai kapasitas kita.
Untuk memperoleh hikmat Allah kita harus mau dididik oleh Allah. Kita harus cepat mendengar dan lambat berbicara lambat marah. Yang maksudnya adalah ketepatan kita didalam berbicara. Maka kita pun mengetahui bahwa Kristus menyempurnakan iman kita dengan melimpahkan hikmat nya kepada kita. Dan kita yang menerima hikmat Allah tidak boleh mendua hati. Orang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannya. Orang yang menipu diri sendiri. Masuk kedalam ibadah yang sia sia.
Tuhan Yesus memberkati.
